Matius 5:16
Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu
yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.
------------------------------------------------
Sewaktu
saya masih bekerja dalam suatu perusahaan multinasional, jumlah
karyawan yang cukup banyak menyebabkan komposisinya terdiri dari beragam
agama, suku, dan budaya. Saat itu, mayoritas staffnya diisi oleh orang
Kristen dan para pekerja hariannya bukan orang-orang percaya. Kebetulan
saya ditempatkan di bagian produksi yang sehari-harinya banyak
berhubungan dengan pekerja harian.
Dalam keseharian di tempat
kerja, seringkali saya merasa malu ketika para pekerja harian ini
mengomentari dan mengeluhkan sikap dari beberapa rekan staff Kristen
yang lain. Mereka selalu mengaitkannya dengan kesukuan ataupun agama
Kristen, seakan-akan jika yang melakukan hal yang kurang baik itu adalah
orang Kristen, hal itu lebih berat kesalahannya. Pertanyaan-pertanyaan
bermunculan di pikiran saya, mengapa jika staff beragama Kristen
melakukan hal yang kurang santun, mereka selalu mengeksposnya? Mengapa
jika dilakukan oleh staff non Kristen mereka sepertinya tidak terlalu
mempermasalahkannya?
Suatu saat saya sadar bahwa mereka hanya
menilai berdasarkan standar kita sebagai orang percaya, hanya saja kita
sendiri yang kadang kurang menghidupi apa yang kita yakini. Orang-orang
di luar tanpa sadar mengetahui, meyakini, bahkan menuntut kita sebagai
orang percaya untuk memiliki sikap kerja dan karakter yang berbeda. Jika
mereka yang bukan orang percaya saja tahu hal itu, apakah kita sendiri
sudah mengetahui dan menghidupinya?
Orang diyakinkan oleh apa yang kita lakukan, dan bukan hanya dari yang kita katakan.
TUHAN memberkati!
(sumber: Renungan Harian)
Sabtu, 11 Agustus 2012
Renungan: Hormati Ayah dan Ibu mu
Bacaan: Hormatilah ayahmu dan ibumu- ini adalah suatu perintah yang penting,
seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang
umurmu di bumi
(Efesus 6:2-3)
Bahwa orang tua layak memperoleh hormat dan bakti yang tulus dari anak-anaknya, adalah perintah Tuhan sendiri, suatu "kewajiban" yang tidak dapat ditawar-tawar
Orang tualah yang telah memungkinkan kita lahir, hidup, bertumbuh di bumi ini, tanpa orang tua kita tidak ada
Namun perlu diingat bahwa menghormati orang tua adalah kewajiban anak-anak untuk melaksanakannya dan bukan hak orang tua untuk menuntutnya
Menghormati orang tua itu berarti dengar-dengaran, tidak menyusahkan orang tua, melakukan apa yang baik
Anak itu mahkota orang tua, kalau anak itu rusak, maka rusaklah juga mahkota kehormatan orang tua
Perintah untuk menghormati orang tua begitu pentingnya, sehingga baik berkat yang dijanjikan Allah bagi mereka yang mematuhinya, maupun hukuman yang diancamkan Allah bagi mereka yang melanggar, kedua-duanya sama dahsyatnya
Supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, demikian berkat yang Tuhan berikan dan hukuman mati bagi mereka yang mengutuki ayahnya dan ibunya
Berbuat durhaka terhadap orang tua, dalam pranata hukum Israel,, ternyata dianggap setara dengan tindak pidana kelas berat
Betapapun buruk penampilan mereka! Betapapun tak membanggakannya prestasi mereka bagi prestise kita, mereka tetap harus kita hormati
Kita harus menghormati, mengasihi dan menyayangi orang tua kita selama mereka masih hidup dan menjaga nama baik atau memulihkan nama mereka apabila mereka sudah kembali ke rumah Bapa
Paulus dengan jelas mengatakan; "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian"
Alkitab berkata: "Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya"
Tuhan Yesus memberkati
God Bless All of You.
Langganan:
Postingan (Atom)
