Rabu, 03 April 2013

Kutipan...


"Things do not happen. Things are made to happen." John F Kennedy


Para sahabat yang bahagia (doa saya selalu). Saya tahu bahwa para sahabat pernah memikirkan/memimpikan sesuatu yang diperlukan utk diraih. Dan kita mungkin mendoakannya kepada Allah utk mewujudkannya.


Ada hal yang perlu kita perhatikan.
Pertama kita perlu "clear" (menjernihkan) "Things" itu. Kejernihan ini diperlukan oleh sistem yang ada di otak kita. Otak kita adalah Penggerak utama Tubuh kita utk mewujudkan "Things" kita.


Ada beberapa kalimat pertanyaan yang dapat membantu utk menjernihkannya. Pertama apakah itu ? Atau apakah artinya "things" itu bagi diriku ?
Yang kedua apakah "things" itu penting bagi diriku ? Apa yang kita fikirkan tentang "Things" itu sehingga kita memberikan jawaban bahwa "Things" itu penting atau sangat penting bagi diri kita ?


Kejernihan mengarahkan diri kita utk fokus. Fokus memberikan jalan kepada kita utk mewujudkan Things kita.


Selamat beraktifitas. Allah memberkati para sahabat dengan kesehatan, kemampuan berfikir jernih, kesuksesan, kemakmuran dan Cinta Kasih.
Amin.

Rabu, 06 Maret 2013

PUISI PASKAH

Karya: Ulil Absar Abdala
(Cendekiawan Muslim)


PUISI PASKAH

Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.

Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah.

Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.


Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.

Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah
kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.

Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.

Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.

Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku: Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista.

Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu – mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.

Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.

Kalian gemar menghakimi!

Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.

Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista.

Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.

Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.

Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku.

Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.

Ia membuatku cinta pada yang dinista!

Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan....indahnya perbedaan.


(sumber: life is beautiful)